Chat with us, powered by LiveChat
Sepakbola

3 Penyebab Messi Sulit Bersinar Bersama Timnas Argentina

single-image

Lionel Messi merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarh. Tercatat, berbagai gelar juara dan penghargaan bergengsi telah diraihnya, dari mulai gelar juara Liga Champions, Piala Super Eropa, Sepatu Emas Eropa, hingga trofi Ballon dā€™ Or.

Kendati demikian, performa apik dan prestasi Messi tersebut hanya ia raih di level klub. Sedangkan saat membela Timnas Argentina, pemain berjuluk La Pulga itu belum sekalipun mempersembahkan trofi bergengsi.

Berikut ini adalah tiga penyebab Messi sulit bersinar bersama Timnas Argentina.

1. Kualitas Pemain yang Lebih Rendah

Berbeda dengan di Barcelona, saat membela Timnas Argentina, Messi bisa dibilang tidak memiliki rekan-rekan dengan kualitas terbaik. Meski tidak dimungkiri lini serang Argentina dihuni oleh para striker dengan nama besar seperti Gonzalo Higuain, Diego Milito, Carlos Tevez, hinnga Angel Di Maria, namun tak ada pemain dari lini tengah yang mampu benar-benar menjadi penopang.

Begitu pun yang terjadi dengan sektor pertahanan dan penjaga gawang Argentina yang tak pernah diisi dengan nama-nama pemain jempolan di era Messi. Jika dibandingkan dengan rekan-rekannya di Barca, kualitas para pemain Argentina bisa dibilang berada di level yang lebih rendah.

2. Kurangnya Stabilitas di Ruang Ganti

Meski dianggap sebagai salah satu negara sepakbola terkuat, namun Timnas Argentina nyatanya tidak memiliki stabilitas di ruang ganti. Hal itu terbukti dari seringnya mereka melakukan pergantian pelatih. Messi sejatinya sudah 14 tahun membela Timnas Senior Argentina. Dalam kurun waktu tersebut, ia telah dilatih oleh setidaknya sembilan orang yang berbeda.

Setiap pelatih yang menangani Timnas Argentina tentunya memiliki filosofi dan gaya main mereka sendiri. Tak ayal, kondisi tersebut membuat Timnas Argentina harus berganti-ganti cara main setiap kali ditangani pelatih yang berbeda. Jika dibandingkan dengan negara lain, Timnas Argentina boleh dibilang tak memiliki gaya bermain yang identik.

3.. Terlalu Banyak Ekspektasi untuk Messi

Berstatus sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia dalam sejarah membuat Lionel Messi dibebani ekspektasi besar untuk membawa Timnas Argentina berjaya. Pada awal kemunculannya, Messi bahkan digadang-gadang untuk menjadi The Next Maradona, karena bakat sepakbolanya yang luar biasa. Kondisi itu juga membuat Messi diharapkan membuat Argentina menjadi juara Piala Dunia, seperti yang dilakukan Maradona.

Akan tetapi, berbagai ekspektasi besar yang dilimpahkan kepada Messi tersebut justru membuat La Pulga berada dalam tekanan. Pasalnya, jika Argentina tampil buruk atau gagal menjuarai turnamen, maka Messi menjadi sosok yang paling disalahkan. Hal itu pada akhirnya membuat Messi tak bisa bermain dengan perasaan bebas.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like