Chat with us, powered by LiveChat
Bulu Tangkis

Lee Chong Wei Pensiun

single-image

Keputusan Lee Chong Wei pensiun dari bulutangkis menjadi pukulan telak bagi Malaysia. Pelatih Hendrawan menerima rencana itu dua hari lalu.

Kendati telah berusia 36 tahun, Chong Wei menjadi tumpuan Malaysia untuk meraih medali emas di Olimpiade 2020 Tokyo. Di saat yang bersamaan, Olimpiade Tokyo, mengingat usianya, menjadi kesempatan terakhir Chong Wei untuk meraih medali emas.

Tapi, dalam prosesnya, harapan Chong Wei dan Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM) pupus. Pemilik tiga medali perak olimpiade itu memutuskan untuk gantung raket setelah pulih dari kanker. Dokter yang merawatnya memiliki tak mengizinkan Chong Wei berlatih dengan intensitas tinggi agar tak kambuh lagi.

“Ini sebuah pukulan berat bagi BAM dan publik Malaysia. Dia ikon negara. Tapi, mau bagaimana lagi keadaannya seperti itu. Saat ini, yang terpenting kesehatan Chong Wei,” kata Hendrawan, yang dihubungi detikSport.

Hendrawan belum lama mengetahui keputusan Chong Wei itu. Pebulutangkis yang mendiami peringkat pertama dunia selama 200 pekan beruntun itu mengungkapkan niat tersebut dua hari lalu.

“Selama ini, Chong Wei selalu membicarakan soal pengobatan dan medical check up. Tapi, rencana mundur dari bulutangkis baru diungkapkan dua hari lalu,” kata Hendrawan.

“Ini memang sudah saatnya, mau bagaimana lagi, dokternya tidak mengizinkan Chong Wei untuk berlatih terlalu berat. Dia masih bisa berlatih, namun yang biasa-biasa saja. Padahal, untuk mengembalikan performa terbaiknya dan menuju Olimpiade 2020, diperlukan latihan keras,” ujar Hendrawan yang pernah menangani pelatnas PBSI itu.

“Dokternya khawatir, tekanan dan beban yang ditanggung Chong Wei bisa mempengaruhi kesehatan dia

Chong Wei didiagnosis menderita kanker hidung pada Juli 2018. Itu tepat setelah dia tampil di Indonesia Terbuka, yang rupanya sekaligus menjadi turnamen terakhirnya. Pada turnamen sebelumnya, di Malaysia Terbuka, Chong Wei menjadi juara.

“Jujur saya terkejut saat Chong Wei didiagnosis kanker hidung. Saat itu, dia masih dalam masa terbaiknya, masih juara di Malaysia Terbuka,” kata Hendrawan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like