Chat with us, powered by LiveChat
Sepakbola

Salah Setel Lagu Kebangsaan Albania, Presiden Prancis Minta Maaf

single-image

Dalam pertandingan klasmen kualifikasi piala eropa 2020 berbagai hal menarik terjadi di dalam lapangan dan diluar lapangan diantaranya salah satu insiden Prancis vs Albania diwarnai salah memutar lagu kebangsaan tim tamu. Kejadian itu sampai membuat Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meminta maaf.

Prancis vs Albania di Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (8/9/2019). Laga itu selesai dengan kemenangan 4-1 untuk Les Bleus.

Kickoff laga Prancis dengan Albania sempat tertunda. Sebabnya, ada insiden kesalahan memutar lagu kebangsaan Albania.

Panitia pelaksana pertandingan yang bertugas memutar lagu kebangsaan di Stade de France bukannya memutar lagu kebangsaan Albania. Mereka malah memutar lagu kebangsaan Andorra, lawan yang baru ditemui Les Blues, Rabu (11/9). Akibatnya, para pemain Albania pun kebingungan dan menolak memulai laga.

Parahnya lagi, saat mengumumkan permintaan maaf lewat pengeras suara, kubu Perancis kembali melakukan kesalahan dengan menyebut Albania sebagai ‘Armenia’. Wasit Jesus Gil Manzano dan ofisial pertandingan yang lain akhirnya memutuskan laga baru dilaksanakan jika lagu kebangsaan Albania yang benar sudah diputar. Kick-off laga tersebut pun tertunda sekitar 7 menit.

Perdana Menteri Albania, Edi Rama, mengungkapkan Macron sudah meminta maaf. Dalam status Twitter resminya, Rama mengungkapkan hal itu.

“Presiden Macron sudah menyampaikan permintaan maafnya yang tulus atas skandal yang dilakukan Federasi Sepakbola Prancis terkait lagu kebangsaan kami. Dia (Macron) menyebut hal tersebut kesalahan yang tak dapat diterima dan dia sangat mengapresiasi reaksi dari para pemain kami. Dia meminta saya agar permohonan maafnya dapat diketahui publik. #Respek,” BBC news

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like